Tangan Manakah Yang Lebih baik?

Jam tangan kini memiliki berbagai gaya dan warna dan dapat terkunci dalam berbagai cara. Biasanya tali kulit seperti sabuk, dengan penguncian melalui lubang, sedangkan beberapa jam tangan lain langsung di kunci clip, yang populer dengan menggunakan perak, emas atau jam tangan stainless steel. "Selama perang dunia pertama, petugas artileri menemukan bahwa jam tangan dikenakan di pergelangan tangan karena lebih praktis daripada di dalam saku. Setelah itu, popularitas jam tangan tumbuh," menurut sebuah artikel yang berjudul "The Timepiece on your Wrist". Berikut beberapa penjelasannya:

Tangan kanan atau kiri??

Jam tangan yang populer di kalangan laki-laki dan perempuan, dan merupakan salah satu bagian dari perhiasan yang pria pakai secara teratur. Biasanya orang yang memiliki kebiasaan menggunakan tangan kanan memakai jam tangan di pergelangan tangan kiri. Hal ini karena ketika menulis dengan tangan kanan, jam tangan tidak akan mengganggu di sisi kiri. Sedangkan orang kidal sering memakai arloji di pergelangan tangan kanan untuk alasan yang sama.

Alasan Lain

Faktor lain bisa mempengaruhi cara memakai jam tangan, diantaranya apakah Anda mengenakan cincin atau gelang. Jika Anda mengenakan cincin yang memiliki warna yang berbeda dari jam tangan Anda, cara terbaik untuk mengenakannya adalah di pergelangan tangan berlawanan sisi dari cincin. Juga mempertimbangkan kemudahan memasang jam tangan. Lebih baik menggunakan tangan yang terbiasa anda pakai pada saat akan mengenakan jam tangan anda.

  Kedua Tangan

Pada dasarnya jam tangan bisa dikenakan di kedua pergelangan tangan kiri atau kanan, hanya tergantung pada keinginan anda. Pertimbangkan apa yang membuat anda menjadi lebih nyaman saat memeriksa waktu pada jam tangan.

     
Bagikan :  

Konsultasi dan Pembelian Jam Tangan Silahkan Menghubungi Kami

  • Penulis : Ulwan
  • Marketing : Riri, Tiara
  • Phone : 0341-488-511
  • Call/SMS/WhatsApp : 085-35-858-2012
  • PIN BBM : 7513C416
  • Alamat : Little Kyoto, Jl. Ikan Gurami C-1 Malang Jatim