Tips Menjaga Keselamatan saat Mendaki Gunung

Selama beberapa bulan terakhir, dunia pendakian Indonesia menjadi sorotan publik. Dari tren berfoto di puncak gunung sambil membawa pesan pada secarik kertas sampai tragedi yang menimpa para pendaki yang kurang hati-hati. Naiknya minat masyarakat, terutama muda-mudi yang mau mendaki gunung sebenarnya merupakan hal bagus. Akan tetapi, jangan sampai kita melakukannya tanpa persiapan yang matang, terutama bila kita belum punya pengalaman hiking.

   

Walau musibah memang tak bisa diprediksi, kita tetap harus mencegah kejadian tak diinginkan sebelum melakukan pendakian, seperti:

Pakai perlengkapan mendaki yang memadai

Persiapan yang harus menjadi persiapan kita sebelum naik gunung adalah perlengkapan memadai yang memenuhi standar. Kebutuhan pendakian pada dasarnya tak akan merepotkan buat dibawa selama kita tahu mana saja yang benar-benar dibutuhkan. Selain itu, jangan menggantungkan diri kita pada alat-alat yang dibawa pendaki lain kendati kita pergi berombongan. Karena temperatur di pegunungan cenderung dingin, pastikan kita mengenakan pakaian tebal yang nyaman untuk menjaga suhu tubuh. Di sisi lain, bila kita mendaki di tengah cuaca panas, pakai baju yang bahannya mampu menyerap keringat. jangan lupa membawa kompas supaya tidak tersesat, untuk lebih praktis sebaiknya menggunakan jam tangan yang dilengkapi dengan kompas yang menggunakan tenaga surya.

Jangan paksakan diri kalau tubuh tidak kuat

Pendaki pemula yang hanya ingin mengejar gengsi biasanya akan nekat mendaki gunung yang ternyata tak sesuai dengan kemampuan mereka. Alih-alih sukses sampai puncak, mereka malah kewalahan saat masih di awal pendakian. Ingatlah bahwa pendakian juga membutuhkan proses dan gengsi hanya akan memulai bencana untuk kita. Sebaiknya, carilah lokasi pendakian yang sesuai kapasitas tubuh kita serta pilih rute atau jalur trekking yang bersahabat. Lantas latih fisik kita sebelum pendakian dengan jalan kaki atau joging supaya napas kita tidak cepat habis.

Mematuhi setiap imbauan dan perintah pemandu

Jangan pernah ragukan imbauan maupun perintah dari pemandu yang akan menemani kita menelusuri gunung. Pasalnya, aturan yang diberlakukan pada lokasi wisata—termasuk tempat mendaki—bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung. Sayangnya, masih ada beberapa pendaki yang seenak udel berfoto di tempat-tempat berbahaya atau memetik tanaman yang sebenarnya dilarang buat kita sentuh. Kita tidak mau, kan, celaka gara-gara perbuatan sendiri? Maka, tahan diri kita untuk berbuat hal-hal yang jelas tidak diizinkan pihak pengelola maupun masyarakat sekitar.

Jangan lama-lama berada di sekitar kawah

Bagi sebagian pendaki, menjajali gunung berapi yang statusnya masih aktif sangatlah menantang. Kita yang penasaran juga dapat melakukannya selama mematuhi peraturan di tempat tersebut. Salah satu hal yang perlu kita ingat ialah tidak berada di sekitar kawah terlalu lama. Pasalnya, kawah gunung berapi masih mengandung gas beracun yang akan mempengaruhi kesehatan sistem pernapasan kita, terutama paru-paru. Kendati kita sudah mengenakan masker sesuai anjuran pengelola, sebaiknya kita tidak lama-lama mengitari kawah gunung yang berpotensi mengeluarkan gas berbahaya.

Selalu didampingi/ditemani pendaki profesional

Pendaki pemula tidak disarankan naik gunung seorang diri. Selain pergi dalam rombongan, pastikan kita ditemani minimal satu pendaki profesional. Mereka yang punya jam terbang tinggi sudah terbiasa dalam mengahadapi berbagai situasi tak terduga di alam. Namun, bukan berarti kita jadi malas mempersiapkan kebutuhan mendaki. Pastikan keperluan untuk menaiki gunung tujuan terpenuhi. Jika kita membutuhkan bantuan, jangan sungkan meminta pertolongan pada para pendaki profesional. Dengan saling membantu dan bekerja sama, hiking dijamin berjalan lancar dan aman.

Ingat, tujuan akhir pendakian adalah rumah

Pendaki mana pun ingin sampai ke puncak gunung impian mereka. Namun, kita juga harus ingat bahwa ada tujuan akhir selain puncak yang harus digapai: rumah. Memang terdengar mudah, tetapi yang terjadi di lapangan, tidak sedikit pendaki yang berhasil tiba di puncak tak bisa kembali ke rumah. Entah akibat kecelakaan atau faktor lain yang merenggut nyawa. Jadi, ada baiknya sebelum naik gunung, kita berdoa dan tidak melakukan hal-hal terlarang di alam. Ada banyak kejadian-kejadian di luar nalar yang membuat kita tidak bisa pulang ke rumah kalau tidak hati-hati.

Itulah tip agar pendakian berjalan aman dan selamat. Semoga informasi ini dapat membantu!

Sumber gambar : asepsandro.blogspot.co.id

Bagikan ke Teman :  

Tinggalkan komentar

Konsultasi dan Pembelian Jam Tangan Silahkan Menghubungi Kami
  • Penulis : Admin
  • Marketing : Tiara, Deri
  • Phone : 0341-488-511
  • Call/SMS/WhatsApp : 0853-58-58-2012
  • Alamat : Little Kyoto, Jl. Ikan Gurami C-1 Malang Jatim